SATU KALI LAGI, miliki kesempatan โtuk menjadi pendatang di Pulau Dewata dengan segala keelokannya. Sambangi lokasi penuh budaya dan seni, tak heran apabila pada akhirnya banyak perhelatan fashion show yang juga digelar di sini. Salah satunya bertempat di BICC (Bali International Convention Center), acara ๐๐ก๐ย ๐ซ๐จ๐ต๐๐๐๐๐ dengan tajuk: ๐ป๐๐๐๐๐๐ฆ of ๐๐ก๐ฆ๐๐ and ๐ด๐๐ก๐๐ ๐ก๐๐ฆ, yang mana, sesi pertama sudah rampung terlaksana beberapa jam yang lalu.

Fokus mengarah ke area belakang panggung, lensa tangkap figur dari si putri Yosadi yang sedang persiapkan diri. Serupa dengan rekan sesama peragawati, penampilannya kali ini dapatkan kesempatan โtuk pamerkan karya sang perancang busana yang penuh seni.

๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ด๐ข๐ณ๐ข๐ฏ? Tunggu sebentar.
Mari kesampingkan dahulu, nanti kita ulas panjang lebar jikalau perlu. Sebab atensimu kini harus berfokus pada si gadis yang sedang berdiri di dekat panggung utama, menunggu arahan kapan waktunya ia akan tampil ke hadapan. Menjadi penampil paling akhir, tentu mendapat tantangan tersendiri bagaimana nantinya para tamu undangan bisa tetap fokuskan perhatian.
Aba-aba dari ๐๐ญ๐ฐ๐ฐ๐ณ ๐๐ช๐ณ๐ฆ๐ค๐ต๐ฐ๐ณ persilakan Dara โtuk memulai penampilannya. Seolah adegan pembuka dalam sebuah cerita, sang pemeran utamaโdalam narasi iniโ arkian kedua cagaknya mulai bergerak.
Yang pertama kali tertangkap pandang dari para tamu undangan saat si model pijaki lintasan adalah, figur wanita dalam balutan ๐พ๐ง๐๐ฅ๐ ๐ฝ๐ก๐๐ฏ๐๐ง yang dipadukan dengan ๐๐๐ฃ๐ฉ๐จ ๐ฌ๐๐ฉ๐ ๐พ๐ค๐ง๐ฃ๐๐ก๐ฎ ๐๐ข๐๐ง๐ค๐๐๐๐ง๐ฎ, yakni satu set blazer serta celana panjang dengan aksen tambahan berupa bordiran jenis corneli yang timbul. Motifnya menyerupai dua figur wajah dari arah samping yang kemudian diketahui bahwa itu merupakan bentuk penggambaran dari ๐๐ฆ๐ธ๐ข ๐๐ข๐ฏ๐ถ๐ด dalam mitos Romawi.

Pakaiannya yang serba hitam dari atas hingga bawah dengan mudah menarik perhatian lantaran kontras dengan ruang penuh warna berpola ๐ฑ๐ด๐บ๐ค๐ฉ๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ญ๐ช๐ค ๐จ๐ฆ๐ฐ๐ฎ๐ฆ๐ต๐ณ๐ช๐ค.

Sesuai dengan tajuk di sesi kedua: ๐๐จ๐ฎโ๐ซ๐ ๐๐ก๐ ๐๐๐ง๐ฏ๐๐ฌ, Ibarat kanvas dengan sajian lukisan di dalam sebuah pameran, Ia melangkah konstan, tak terlalu cepat sebab biarkan tamu undangan menikmati presensinya berjalan.