8EA76792-BA42-4C26-9F47-ED98CE1CECEB.jpeg

**S**an Francisco terkenal dengan seni pertunjukannya, tak heran jika acara yang diadakan oleh **๐—๐—ฒ๐—ป๐˜๐—น๐—ฒ ๐—›๐—ผ๐˜‚๐˜€๐—ฒ** hari ini jua dilaksanakan di kota yang sama. Bertempat di salah satu hall sekolah San Francisco Art Institute, riuh ramai para tamu undangan terlihat penuhi presensi.

E4B98549-E077-4AA1-B7A7-C8F499943126.jpeg

โ€œ๐™‡๐™–๐™จ๐™ฉ ๐™˜๐™ค๐™ช๐™ฅ๐™ก๐™š ๐™›๐™ค๐™ง ๐™๐™–๐™จ๐™๐™ž๐™ค๐™ฃ ๐™‹๐™–๐™ง๐™–๐™™๐™š, ๐˜ผ๐™ง๐™™๐™–๐™ฃ ๐™–๐™ฃ๐™™ ๐™๐™™๐™–๐™ง๐™– ๐™ฎ๐™ค๐™ช'๐™ง๐™š ๐™ช๐™ฅ ๐™ฃ๐™ค๐™ฌ!โ€

Berkesempatan terpilih untuk menjadi pasangan terakhir yang melenggang di acara ๐Œ๐ฒ ๐’๐จ๐ฉ๐ก๐จ๐ฆ๐จ๐ซ๐ž ๐˜๐ž๐š๐ซ, tema serupa ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฎ ๐˜ฏ๐˜ช๐˜จ๐˜ฉ๐˜ต yang dikemas dalam pagelaran ๐˜ง๐˜ข๐˜ด๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ธ, Udara dan Ardanโ€”rekan modelnya berusaha โ€˜tuk hadirkan cerita tersebut lewat penampilan mereka.

Sang dara melirik sejenak ke arah Ardan, memastikan kesiapan keduanya sebelum tungkainya mulai melangkah. Sesuai kesepakatan, si gadis berjalan keluar terlebih dahulu dari sisi sebelah kiri.

5CC798DC-348C-4C17-8BC5-A6258B7D8853.jpeg

Setiap orang tentu mendambakan kisah cinta yang sempurna. Hal ini berdasar dengan konsep yang digaungkan, ๐“๐ก๐ž ๐Œ๐จ๐๐ž๐ซ๐ง ๐‹๐จ๐ฏ๐žโ€”dimana bukan lagi sekedar hubungan cinta klasik, namun masuki era futuristik.

Seolah pemeran wanita dalam cerita utama, atensi para tamu undangan seluruhnya pada Udara.

3716103D-3826-46C3-8938-A52F7C38393F.jpeg

Di tengah lintasan panggung, dirinya berhenti. Gerak dramatisasi dengan pandangan menunduk serta satu kuasa kiri menyentuh pundak kanannya. Sementara itu kaki kanannya dibawa sedikit ke depan, beri gestur mematung untuk menggambarkan bahwasanya cinta melibatkan keterhubungan satu pihak dengan pihak yang lain. Ia tak bisa berjalan sendirian dan perlu Ardan untuk menemani langkahnya menuju ke depan.

Seusai Dara berhasil menempati posisinya tepat di tengah panggung, maka kini gilirannya tiba untuk beraksi dimana kedua tungkai kembarnya mulai melangkah memasuki area panggung dari pintu sebelah kiri.

Layaknya presensi dari pemeran utama pria yang selalu dielu-elukan, kehadirannya pun langsung diiringi oleh sambutan ramai dari para penonton. Sambil bersikap acuh, Ardan berusaha fokus menatap lurus ke depan tentu dengan ekspresi yang tenang namun terpancar kekuatan tersendiri dari pancaran dwinetranya.

18B44179-B7DF-4C2B-8FE1-7135139B20BC.jpeg

Hingga raganya berhenti tepat di belakang sang puan yang masih bertahan dengan gestur *freezing-*nya seolah mengisyaratkan petunjuk tersendiri bagi sang wira.