9E12F34C-9DE9-4447-8E36-CA8B2FBF3DFB.jpeg

<aside> ✍🏻 Written by puantara & temudara. Plot ini ditulis dalam rangka menunjang pekerjaan dengan @INSIGHTMAGZ_OFC

</aside>


Semua orang terlihat hilir mudik di studio foto milik sebuah majalah kenamaan di ibukota. Ada yang sedang membawa pakaian, tas make up, lampu-lampu, kamera hingga makanan. Brenda salah satu orang diantara mereka, tali kamera tengah melilit di lengan kanannya dengan mata kecokelatan milik gadis itu sedang berkonsentrasi penuh pada monitor kamera. Ia sedang mengecek uji coba hasil bidikannya.

"Sudah oke." Ucapnya sambil menganggukkan kepala diiringi acungan jempol pada rekan kerjanya.

Ia sudah siap, begitupun dengan rekannya. Sekarang tinggal menunggu model yang menjadi narasumber untuk In-sight Magazine untuk unjuk gigi.

Sembari menunggu sesekali gadis bertubuh mungil tesebut kembali memeriksa berkas yang berisi profil dari sang model.

Siang hari di sebuah studio pemotretan—di bilangan Jakarta—terlihat sibuk. Beberapa kru siapkan ini dan itu, seorang pria dengan peralatan kamera di tangan menjadi pemandangan pertamanya kala cagak kembarnya masuki ruangan.

“Hallo, selamat siang semuanya.”

Bilah menyapa, senyum diberi setelahnya. Beberapa dari mereka membalas sapa, lantas si gadis di arahkan untuk lebih masuk ke dalam.

Setelah jadwal wawancara berhasil dilangsungkan, kini dilanjutkan pada sesi photoshoot. Netranya tatap sekitar, hendak mencari sosok sang juru kamera yang dijanjikan akan bekerjasama dengannya hari ini.

Seseorang menepuk pelan pundak Brenda membuat gadis itu sontak saja memalingkan wajah ke arah orang tersebut. Tatapannya seolah-olah bertanya-tanya apakah ada sesuatu terjadi atau hal lainnya. Rupanya orang yang beberapa saat lalu menepuk pundaknya hanya ingin memberitahukan jika model mereka hari ini sudah tiba. Mata Brenda dengan segera menelusuri seisi studio. ㅤ

Cukup mudah menemukannya karena model mereka hari ini terlihat cukup mencolok karena paras cantiknya dan ditambah lagi itu sesuai berkas yang diterimanya.

Langkah seringan angin saat menghampiri sang model.

Senyum terpatri di wajahnya diiringi tangan yang terulur untuk berjabat tangan.

"Halo, saya Brenda. Anda mba Dara, benar? Selamat datang di studio kami." sambut gadis itu dengan sesopan mungkin.