A011600F-BB0D-4A12-802B-3D2D27F09D42.png


Pagi ini matahari masih malu-malu untuk bekerja. Tapi tidak dengan si jenama Udara, gadis yang kini sedang membawa coffee cup holder di tangannya berjalan memasuki studio foto sudah cukup ramai dengan beberapa kru disana.

“Morning, Ra!” Suara baritone terdengar di rungu si puan, yang segera ia balas dengan senyuman dan sapaan balik.

“Pagi. Udah pada sarapan belum? Gue bawain kopi nih!” Serunya. Lengannya terulur untuk menaruh kopi di atas meja.

“Idih cakep banget. Thankyou bu Bos!” Seru Dionㅡ salah satu photographer dearclo yang akan bekerjasama dengannya hari ini.

Dianggukkan kepala dan senyuman lagi sebagai respon, lantas manik matanya menatap sekitar mencari Liana yang sepertinya belum sampai.

“Liana kemana, nih?” Dara duduk di salah satu kursi disana.

“Telat dikit katanya, tapi outfit lo udah siap kok disana. Coba ambilin buat 𝘭𝘰𝘰𝘬 yang pertama- Wir!” Kali ini Aline, asistennya yang berbicara pada salah satu kru lainnya.

Pria yang bernama Wira tadi segera masuk ke ruang wardrobe, menyisakan Alin dan Dion di ruang studio.

“Photoshoot Sabtu kemarin gimana, lancar?” Kuasanya menyesap cairan manis dari pinggiran cup. Nikmati vanilla latte-nya.

“Untuk ukuran ubah jadwal karena lo tiba-tiba flight ke Netherlands sih itungannya aman, Ra.”

Udara terkekeh, mohon ampunㅡpadahal sesi minta maaf juga sudah ia layangkan sejak seminggu yang lalu.

Obrolan keduanya diinterupsi oleh sosok Wira yang keluar dengan beberapa setelan outfit. Cropped tank berbeda warna, celana jeans hitam serta tiga buah outer dengan model yang beragam.

“Kita hari ini tiga kostum ya Mbak. Untuk yang pertama pakai crop tank putih sama jacket ini dulu, terus yang kedua blazer, baru nanti ketiga ganti pakai leather jacketnya.” Jelas pria yang tadi disapa Wira itu.

“Oke kalau gitu gue ganti dulu ya.”

Dara mengambil satu pasang outfit dari hanger yang disodorkan Wira. Masuk ke dalam changing room sebelum keluar dengan setelan tanktop dan celana jeansnya.

“Lili sama team hairstylist udah datang, Ra. Lo langsung make up aja.” Aline berucap saat sosok Dara ditangkap netra.

Anak kedua Yosadi itu kini menuju sebuah ruang dominasi abu yang langsung disambut oleh Liana dengan peralatan rias berjajar di atas meja.