859C8F84-5F3B-4367-92F9-A460DBC4EC89.jpeg

<aside> ✍🏻 written by OTÈ & MOUNA.

</aside>

Pagi itu Dara kunjungi studio dearclo lebih awal setelah Aline mewanti-wanti dirinya untuk tidak terlambat saat pemotretan hari ini.

“Gue belom sarapan. Cuma makan roti mentega doang demi memenuhi harapan dan ekspektasi lo.” Si gadis sempatkan mengomel pada sang kawan kala tubuhnya sudah masuki salah satu ruang studio.

Wira keluar dari ruang wardrobe, tangan kanan dan kirinya membawa dua setel pakaian yang nanti akan digunakan untuk sesi photoshoot.

“Aca udah datang belum?” Dara bertanya pada Aline, bertepatan saat pintu studio terbuka sebab seseorang masuk ke dalamnya.

Sesuai dengan agenda yang telah dijadwalkan, hari itu Ia hampir saja telat datang ke studio 'tuk melakukan pemotretan katalog baru dearclo yang akan dilakukannya bersama Dara; sang pemilik.

Seluruh atensi mengarah pada sosoknya yang baru saja tiba memasuki ruangan dengan langkah tergesa.

"Hai," Arasha menyapa disamping ranum mungilnya membentuk seulas senyum.

Beruntung ingatan yang dimiliki masih kuat dalam menghapal nama yang ada didalam tim itu, tentu tidak jarang Ia hadir mengikuti mereka. Salah satu staff dearclo, tentu saja.

"Hai bestie!" Kuasanya menarik lengan sang owner lalu menggandengnya.

Mereka mengobrol singkat sebelum memulai briefing pagi itu yang dipimpin Aline dan Dion. Setelahnya, Ia menemani Aline sembari menunggu Dara yang tengah bersiap untuk sesi awal pemotretan.

“Nah, tuh panjang umur!” Kekehnya sembari berseru saat sosok Arasha munculkan batang hidungnya.

“Gue pertama, Ca. Siap-siap dulu ya!” Sahutnya sebelum berlalu meninggalkan Arasha untuk memulai photoshootnya.

Wira berikan outfit yang pertama. Satu set kemeja oversized dengan long pants berwarna pink sesuai dengan tema valentine ini.

Sengaja, konsep yang diusung untuk sesi pertama cenderung lebih maskulin dibandingkan sesi kedua yang nanti dibawakan oleh Arasha.

6D02C733-7218-42EF-AADA-8D11E8243E26.jpeg